Lawatan Yang Mengubahkan

Standar

Petrus adalah salah satu rasul yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Dia begitu berani untuk berkhotbah sehingga dalam satu kali ibadah ada 5000 orang percaya kepada Tuhan dan menjadi pengikut Kristus.

Luar biasa. Petrus menyembuhkan banyak orang sakit. Bahkan Petrus tahu ketika Ananias dan Safira berbohong soal uang perpuluhan.

Jika kita melihat ke belakang. Melihat hidup Petrus sebelumnya. Kita akan menemukan bahwa meskipun Petrus telah menjadi murid Yesus selama bertahun-tahun, tapi Petrus bukan siapa-siapa.
Bahkan Alkitab menceritakan bahwa Petrus adalah salah satu murid Tuhan yang pengecut.

Ketika saat-saat genting dan berbahaya Petrus tidak mampu untuk berjaga-jaga dan berdoa. Saat-saat seperti itu Petrus malah membiarkan dirinya tertidur Matius 28:36-45.

Ketika Yesus ditangkap para prajurit romawi, Petrus pun ikut meninggalkan Yesus dan melarikan diri Matius 26: 56.

Sangat bertolak belakang dengan kata-katanya yang gagah berani dalam Matius 26:33, Petrus dengan berani ketika itu menyatakan bahwa imannya tidak akan tergoncang meski iman semua orang tergoncang, Petrus menyatakan akan terus setia kepada Yesus.

Nyatanya, tidak. Kenyataannya bertolak belakang. Kenyataannya, keadaan terlalu menguatirkan bagi Petrus untuk tetap tinggal dalam imannya.

Dan ketika Yesus disalibkan, Petrus juga menyangkal Yesus sampai tiga kali. Petrus terlalu penakut untuk mengakui bahwa dia adalah murid Yesus.

Petrus memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Petrus  seorang pengecut yang tidak bisa diandalkan.

Berapa kali kita diposisi seperti Petrus. Seorang pengikut Kristus yang setia tapi tidak memliki cukup keberanian untuk menyatakan iman Kristen kita.

Berapa sering keadaan kita yang nyaman terancam sehingga kita memilih untuk menyelamatkan posisi kita ke zona aman meski itu artinya menyangkal iman kita?

Berapa sering ketika kita menjadi terlalu penakut untuk bisa menyatakan sikap sebagai seorang pengikut Kristus?

Mari kita lihat, apa yang membuat Petrus berubah? Apa yang membuat seorang pengecut seperti Petrus menjadi pemberani yang tidak takut dengan ancaman pedang bahkan maut?

Setelah kebangkitan Yesus, Petrus mengalami lawatan kasih Allah yang besar dalam hidupnya. Tuhan meminta Petrus untuk menggembalakan umat-umatNya.

Petrus yang pengecut itu dipilih Tuhan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang membutuhkan keberanian yang luar biasa. Petrus menggunakan kesempatan itu untuk diubahkan.

Petrus menerima tugas itu bukan sebagai beban. Tapi sebagai kesempatan untuk menerima pemulihan. Sebagai sebuah cara untuk Tuhan dapat bekerja dalam hidupnya dan mengubahkannya dari seorang pengecut menjadi seorang pahlawan iman.

Petrus mengalami lawatan Kuasa Roh Kudus. Ketika Roh Kudus dicurahkan di kamar loteng  di Yerusalem, Petrus bangkit dan mengalami tranformasi yang luar biasa.

Roh Kudus memberikan roh keberanian kepada Petrus. Roh Kudus bekerja dalam diri Petrus dan membuat Petrus mampu melaksanakan tugas menggembalakan umat-umat Tuhan.

Roh Kudus mampu mengubahkan pengecut menjadi pahlawan. Ketika Petrus membuka hatinya untuk dilawat dengan  lawatan kuasa Roh Kudus dan meluaskan Roh Kudus bekerja dalam hidupnya sehingga perubahan drastis dapat terjadi dalam diri Petrus.

Petrus dipakai Tuhan untuk membuat sebuah kegerakan rohani yang besar terjadi. Bahkan dengan gagah berani Petrus menghadapi ancaman penjara dan maut.

Otoritas Allah ada dalam diri Petrus. Petrus jadi punya sebuah keberanian untuk mempercayai bahwa Tuhan melengkapinya dengan kuasa Allah (Dominion Manded) sehingga Petrus dapat menyembuhkan orang-orang sakit.

Mari buka hati kita untuk diubahkan oleh Tuhan.

Minta Roh Kudus untuk memenuhi hati kita dengan keberanian.
Keberanian untuk menyatakan iman percaya kita.
Keberanian untuk mempercayai iman kita kepada Tuhan.
Keberanian untuk mempercayai bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa.

Keberanian untuk mempercayai bahwa setiap kita diberikan dominion manded. Mandat Allah yang tidak terbatas bahwa kita dapat menginjak-injak iblis di bawah kaki kita; kita dapat mengusir setan dalam nama Yesus; kita dapat menyembuhkan sakit penyakit; kita dapat menang dari segala tekanan dan intimidasi iblis lewat setiap pikiran-pikiran kekelahan kita.

Hanya lewat lawatan Kuasa Roh Kudus saja pengecut seperti Petrus dapat menjadi seorang pahlawan iman yang luar biasa.

Minta lawatan Roh Kudus terjadi dalam hidup kita. Alami transformasi itu.

Hidup dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lain tidak akan pernah terjadi jika kita tidak memiliki keberanian untuk mempercayai bahwa kuasa yang ada di dalam kita jauh lebih besar dari masalah kita.

Jika sampai saat ini kita belum melihat mujizat yang besar terjadi dalam hidup kita coba periksa apakah kita punya cukup keberanian untuk mempercayai kuasa Tuhan yang dahsyat.

Mari periksa hidup kita, apakah ketika zona aman kita terancam kita berani untuk  mempertahankan iman percaya kita kepada Kristus ataukah kita malah menyerah demi kenyamanan hidup kita?

Apakah ketika lingkungan mempertanyakan identitas kekristenan kita, kita berani untuk bersikap beda dan berani untuk tetap putih ditengah-tengah lingkungan yang abu-abu dan bahkan hitam?

Jika keberanian itu masih dipertanyakan mari minta Kuasa Roh Kudus untuk melawat dan mengubah hidup, pikiran, sikap, kata-kata dan tindakan kita.

Alami transformasi itu. Hanya dengan lawatan Kuasa Roh Kudus saja kita akan dapat diubahkan.

Mintalah dengan kesungguhan dan kerendahan hati. It’s free. Tidak dipungut biaya. Gratis bagi siapa saja yang mau dan rindu untuk mengalami lawatan kuasa Roh Kudus.

Mau hidup berkemenangan? Alami lawatan Kuasa Roh Kudus saat ini.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s