Belajar Mempercayai Tuhan

Standar

Marta adalah seorang yang mengasihi Tuhan. Tapi sayang Marta masih perlu belajar mempercayai Tuhan. Ketika Lazarus saudaranya sakit dan kemudian meninggal, Marta menyalahkan Tuhan Yesus yang menurutnya terlalu lambat bekerja.

Bagi Marta, Tuhan Yesus begitu terlambat untuk menolong Lazarus. Bagi Marta, waktu yang tepat adalah ketika Lazarus masih hidup dan Tuhan menyembuhkan Lazarus.

Tapi Tuhan punya rencana yang berbeda dengan rencana Marta. Kadang tidak jarang kita di posisi seperti ini.

Kita perlu belajar mempercayai Tuhan.

1. Menunggu dengan sabar
Tuhan memberikan kepada kita anak-anak-Nya kebebasan untuk berseru dan meminta kepada-Nya apapun yang menjadi keinginan dan kebutuhan kita. Tapi Tuhan punya waktu-Nya sendiri untuk menjawab doa-doa kita dan menepati janji-Nya. Kita harus menunggu dengan sabar.

Yang harus kita perhatikan adalah bagaimana kita akan menunggu?
Bagaimana sikap jasmani, emosi dan rohani kita ketika kita sedang menunggu?

Apakah dalam masa-masa penantian itu kita menunggu dengan sukacita atau bersungut-sungut? Apakah kita kemudian menjadi marah karena kita harus menunggu? Ataukah kita kemudian menjadi frustasi dan masa bodoh?

Menunggu dengan sabar adalah bagian dari belajar mempercayai Tuhan.

So, jika kita sudah tahu bahwa Tuhan punya waktu yang tepat, Tuhan tidak pernah terlambat menolong. Mengapa kita tidak mulai menikmati saat-saat dimana Tuhan mengajarkan kepada kita untuk belajar mempercayai-Nya?

Lebih mudah untuk berbahagia saja daripada menambah beban dengan keluhan-keluhan sepanjang hari, bukan?

Mengapa tidak bersyukur saja daripada kita merengut dan hidup dalam kepanikan sepanjang hari?

Kita tidak akan bisa mempercepat waktu Tuhan, tapi kita bisa memperlambat Tuhan bekerja.

Sikap-sikap buruk kita dalam masa penantian hanya akan menghambat Tuhan bekerja.

Kita tidak perlu kebingungan dan selalu bertanya-tanya kepada Tuhan apa yang sudah dan sedang Tuhan lakukan. Jangan menambah berat beban dengan pikiran-pikiran sempit kita.

Saat kita mempercayai Tuhan, kita akan merasakan damai sejahtera dari Tuhan karena kita tahu bahwa Tuhan sedang bekerja. Meski kita tidak bisa melihat dengan mata jasmani.

Tapi kita tahu bahwa pada suatu saat yang tepat, yang telah Tuhan tentukan kita akan melihat janji Tuhan digenapi-Nya dan rencana-Nya terwujud.

2. Terus berpengharapan
Dalam masa-masa penantian, kita tidak boleh kemudian menjadi pasrah dan kehilangan pengharapan. Lalu mulai menurunkan standar kita. Dan mulai mengharapkan kurang dari apa yang pantas kita dapatkan.

Salah satu point penting dalam belajar mempercayai Tuhan adalah untuk hidup dalam pengharapan bukan kepasrahan.

Kita diajar Tuhan untuk berserah bukan pasrah pada keadaan. Pasrah pada keadaan hanya akan membuat kita hidup ceroboh dan tidak hati-hati menjaga hidup kita.

Jangan lepaskan pengharapan kita terhadap janji-janji Tuhan. Karena Dia yang berjanji adalah setia. Dan Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya.

Sebagai anak kita berhak mendapatkan yang terbaik dari Bapa. Jangan turunkan standar kita.

Ingat kita anak Raja. Kita berhak duduk makan sehidangan dengan Sang Raja. Janji Tuhan kepada kita dalam Mazmur  23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kita belajar dari Abraham, yang sekalipun dalam keadaan yang tidak mungkin untuk memiliki keturunan tapi Abraham terus mempercayai Tuhan.

Roma  4:18a Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya…

Mengapa? Karena Dia yang berjanji adalah Tuhan. Dia Jehovah Jireh.  Allah yang menyediakan. Dia Tuhan yang punya kemampuan mencipta. Sehingga meskipun tidak memiliki dasar apapun untuk berharap, Abraham terus berharap dan mempercayai Tuhan.

Penting bagi kita untuk belajar mempercayai Tuhan. Tidak mudah. Tapi tidak sulit juga.

Hanya selalu ingat belajar mempercayai Tuhan adalah hal mutlak yang perlu kita lakukan jika kita ingin mengalami penggenapan janji-janji Tuhan dan hidup dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lain.

Praise The Lord!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s