Tidak Berhenti Berjalan

Standar

Suatu hari, saya benar-benar terhenyak kaget. Saya tidak menyangka akan mendapat telepon dari seseorang yang begitu menyakitkan hati saya.

Hari itu, saya sedang berada di supermarket yang cukup ramai. Dan reaksi normal saya adalah kemudian menjadi emosi dan bersedih.

Saat itu hanya ada satu hal yang terpikirkan oleh saya. Berseru meminta kekuatan dan penghiburan Roh Kudus.

Tapi tidak mudah mengubah keadaan itu. Hati saya begitu sakit dan terluka.

Saya perlu berkali-kali menghela napas dalam-dalam serta memanggil nama Yesus.

Di dalam mobil saya menangis dan berteriak dengan keras kepada Tuhan.

Saya meminta pengampunan terhadap orang yang telah menyakiti saya. Saya memohonkan kemurahan Tuhan atas orang ini.

Telah berbulan bulan bahkan lebih dari setahun, orang ini begitu menyakiti saya.

Setiap kali saya mengadukan hal itu lewat doa-doa saya kepada Tuhan, jawaban Tuhan tetap sama.

Tuhan meminta saya untuk berdiam diri. Tuhan meminta saya untuk terus bertahan. Tuhan meminta saya untuk tetap sabar.

Tuhan meminta saya untuk terus mengampuni. Tuhan meminta saya untuk tidak mengotori tangan saya dengan pembalasan dendam. Tuhan meminta saya untuk mengasihinya dan mendoakan keselamatannya.

Menyakitkan? Ya…

Sakit sekali untuk harus terus bertahan. Sakit sekali untuk terus menerima perlakuan buruk tanpa mampu berbuat apa-apa untuk membela diri.

Tapi Tuhan tidak memberi saya pilihan lain.

Hanya kekuatan dari Tuhan saja yang membuat saya mampu bertahan menghadapi hari-hari itu.

Orang-orang mungkin bilang kesabaran saya adalah sebuah kekeliruan. Dan mengatakan sikap diam saya adalah kebodohan.

Tapi saya terus mau taat kepada Tuhan. Terus percaya pada keadilan Tuhan.

Ketika kesabaran saya dituntut lebih, saya tunduk. Ketika kasih saya dituntut dengan porsi lebih besar, saya pun berkata “baiklah, saya punya stock kasih yang banyak”.

Ketika saya dituntut untuk terus menjaga sukacita dalam tekanan, saya siap. Ketika saya dipaksa tetap tenang dalam badai yang bergelora, saya menjalaninya.

Ketika saya harus tetap berdoa disaat saya mau bertindak, saya taat. Ketika saya harus menutupi aib seseorang yang telah bertindak menyakiti hati saya, saya memilih mengampuninya dan tidak menjerumuskannya lebih dalam dosa.

Ketika kita dituntut lebih, baik dalam hal kesetiaan, kasih, pengorbanan, perasaan, apapun juga lakukan itu. Bahkan lakukan 2 kali lebih banyak. Itu yang Tuhan minta dari kita.

Matius  5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Ayat 44-48 Tuhan meminta kita mengasihi orang-orang yang mengganggu hidup kita dan bahkan berdoa bagi mereka. Tuhan mau kita terus berjalan dalam kasih kita. Tidak berhenti hanya karena ada yang menyakiti kita. Tidak lantas mundur karena kelelahan menanti saat perhentian.

Tuhan menuntut kita untuk memiliki stock kasih yang cukup untuk mengampuni bahkan mendoakan orang-orang yang telah berlaku curang dan tidak adil kepada kita.

Tuhan mau anak-anak-Nya memiliki kasih seperti kasih Bapa. Unconditional love.

Melalui orang-orang yang menyakiti dan berbuat curang pada saya, saya belajar berdoa untuk keselamatan jiwa mereka dengan tulus.

Karena ketika mereka masih saja tidak mau bertobat, mereka akan terus mengganggu hidup saya.

Hanya lewat doa yang tulus dan sungguh-sunguh dari saya maka para penggangu saya itu bisa bertobat dan diselamatkan.

Kalau hari ini ada pengganggu-pengganggu dalam hidup Anda, belajarlah untuk mengampuni dan berdoalah dengan ketulusan hati agar Tuhan melembutkan kekerasan hati mereka dan kejahatan hati mereka diubahkan Tuhan.

Berjalanlah terus. Jangan menyerah dan berhenti. Ketulusan hati kita akan menggerakkan Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang yang berlaku curang dan jahat kepada kita.

Sebuah simbiosis mutualisme. Kita melakukan kehendak Tuhan dalam pengampunan dan berdoa bagi keselamatan orang lain dilain pihak Tuhan membuat hidup kita berkemenangan karena orang-orang ini sudah bertobat dan berhenti menjahati kita lagi.

Menyenangkan bukan? :)

Kalau yang terjadi hari ini adalah rencana-Mu, Bapa… Aku akan terus berjalan… Mengikuti rencanaMu meski tak kumengerti sekalipun. Terus mengampuni, terus melupakan, terus mendoakan…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s