Turn On The Button

Standar

Sebuah lampu tidak akan pernah menyala jika tombolnya tidak pernah dipencet.  Sebuah mobil tidak akan pernah berjalan jika mesin tidak dinyalakan, sekalipun tangki bensin terisi penuh.

Pergi ke dokter dan memberitahukan dokter tentang penyakit yang diderita  tidak akan membuat seseorang sembuh, jika ia tidak mengikuti seluruh advis dokter dan meminum obat yang diresepkan.

Begitu juga dengan iman orang percaya.

Meski kita berulang kali mengucapkan  rasa percaya kita kepada Tuhan, tapi jika tidak ada sebuah tindakan iman maka kita tidak akan pernah melihat iman itu bisa bekerja.

Banyak orang yang percaya akan kuasa Tuhan tapi tidak melihat dan mengalami kuasa Tuhan itu bekerja dalam hidupnya. Perlu sebuah tindakan iman untuk membuat mujizat terjadi.

Kita semua tahu betapa dahsyat dan luar biasanya Tuhan kita. Kasih dan setia-Nya kepada anak-anak-Nya tidak berkesudahan.  Tapi masih banyak juga yang belum mengalami mujizat Allah bekerja dalam hidupnya.

Yohanes 5:1-9 sebuah kisah mujizat yang Tuhan kerjakan di kolam Betesda. Seorang yang lumpuh selama 30 tahun terbaring di pinggir kolam menanti-nanti mujizat terjadi.

Selama puluhan tahun ia tahu bahwa ada mujizat yang dapat terjadi jika saja ia mau turun ke dalam kolam ketika malaikat Tuhan turun ke dalam air dan menggoncangkan air kolam itu.

Tapi kesadarannya akan keadaannya yang lumpuh membuat ia terus tidak mau bergerak dan tetap tinggal diam di tempatnya.
Puluhan tahun ia mengetahui dan melihat mujizat terjadi di depan matanya.

Begitu banyak orang yang sudah mengalami mujizat kolam betesda yang ia saksikan.

Tapi sayangnya, ia tidak pernah bisa mengalami mujizat itu karena ia tidak pernah mau bergerak dan masuk ke dalam kolam itu.

Sekali lagi, tahu saja tidak cukup. Perlu sebuah tindakan iman.
Seandainya saja ia mau mulai bertindak, ia pasti tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk bisa mengalami mujizat dan kesembuhan.

Ketika Yesus sampai di betesda, Ia melihat orang lumpuh ini dan menawarkan mujizat kepadanya.

Ayat 7 si lumpuh mulai berargumentasi dengan Tuhan dan menyalahkan orang lain yang tidak menolongnya untuk turun ke dalam kolam. Si lumpuh menggunakan kondisi kelumpumpuhannya untuk membenarkan dirinya terus berdiam dalam penderitaan dan kesusahannya.

Orang lumpuh ini berhenti berusaha ketika menyadari kelumpuhannya menghambat dia untuk mengalami mujizat.

Kita sering sama seperti orang lumpuh ini. Menyadari keadaan kita dan menggunakan kelemahan kita ini sebagai alasan untuk terus berdiam diri dan berharap sesuatu terjadi tanpa ada sebuah tindakan iman yang dilakukan.

Kita sangat menyadari kalau keuangan kita begitu terbatas, sehingga kita membenarkan diri kita untuk tidak memberikan perpuluhan.

Kita sangat tahu bahwa tubuh kita begitu sakit dan lemah untuk bisa beraktivitas, sehingga kita membenarkan tindakan kita untuk tetap tinggal di rumah dan melewatkan kesempatan untuk bersekutu di rumah Tuhan.

Kita sangat mengetahui kondisi rumah tangga kita seperti telur diujung tanduk, sehingga membenarkan sikap kita untuk terus mengeluh dan bersikap buruk.

Lihat, kesadaran akan keadaan kita yang tidak baik sering kali membuat kita membenarkan tindakan-tindakan kita yang bertolak belakang dengan iman kita.

Iman tanpa perbuatan adalah mati.

Di ayat 8 kita lihat, ketika Yesus menyuruh orang lumpuh ini untuk bangun, dan mengangkat tilamnya serta berjalan, orang lumpuh ini mau melakukannya.

Sehingga seketika itu juga ia sembuh dari kelumpuhannya.
Orang ini sembuh, ketika ia mau bertindak.
Orang ini mengalami mujizat ketika ada tindakan iman yang dilakukannya.

Sepanjang ia berdiam diri saja, dan hanya percaya saja tanpa melakukan sebuah tindakan iman maka mujizat itu tidak akan pernah dialaminya.

Ketika kita berharap sebuah mujizat terjadi, kitapun harus mulai mengerjakannya dengan iman.

Tekan tombol iman. Mulai bertindak dengan iman.

Orang ini tahu kelumpuhannya tidak akan membuat dia bisa bergerak.Tapi dia berusaha untuk menggerakkan kakinya. Dia mendorong dan mengerahkan seluruh tenaganya untuk menggerakkan kakinya. Dia mengarahkan seluruh pikiran dan perhatiannya untuk mencari cara bagaimana ia bisa berdiri.

Impossible?  Bisa saja, ya! 30 puluh tahun lumpuh dan tidak bergerak mana mungkin bisa bergerak sendiri tanpa dibantu orang lain.

Dia hanya perlu membuat sebuah tindakan iman.
Tuhan yang mengubah setiap sendi kembali bekerja. Tuhan yang mengubahkan otot-otot dan tulang-tulangnya menjadi kuat lagi. Sehingga ia bisa berjalan kembali.

I Yohanes  5:14 Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Tindakan iman itu dimulai dari pikiran kita. Berani mempercayai bahwa Tuhan mampu dan mau mengabulkan doa kita.

Pikiran, perasaan, dan seluruh tindakan terfokus pada apa yang menjadi keinginan dan harapan kita.

Jika kita ingin damai sejahtera dan sukacita terjadi dalam rumah tangga kita, mulailah dengan menjaga damai dan tutup semua peluang iblis untuk mencuri sukacita dalam hidup dan rumah tangga kita. Jangan pernah berharap orang lain yang melakukannya.

Jika kita ingin kehidupan financial yang diberkati, berhentilah mengeluh tentang kekurangan dan kekurangan setiap saat. Tapi mulailah untuk hidup sebagai orang yang berkecukupan dengan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.

Jika  ingin kesehatan, kesuksesan dalam karir, rumah tangga yang diberkati mulailah mengucapkan kata-kata berkat atas hidupmu sendiri.

Berkati hidupmu setiap saat dan jalani hari dengan iman bahwa engkau dipilih dan ditetapkan Tuhan untuk menjadi kepala dan bukan ekor, untuk naik dan bukan turun.

Tekan tombol imanmu dan mulailah bertindak.  Bergeraklah kearah kemana engkau inginkan sesuatu terjadi dalam hidupmu. Dan lihat tindakan iman akan mengerjakan mujizat yang besar.

Immanuel!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s