Sebuah Ketaatan

Standar

Ada sebuah pelajaran mengenai ketaatan yang Yesus ajarkan kepada kita, disaat-saat terakhir ketika Ia harus melewati jalan via dolorosa.

Yesus tahu, puncak dari pengutusan-Nya turun ke dunia ini adalah perjalanan-Nya menuju kayu salib. Itu bukan sebuah perjalanan penginjilan seperti yang biasa dilakukan-Nya.

Yesus tahu bahwa perjalanan itu akan sangat berat bagi-Nya. Yesus tahu tidak mudah bagi-Nya melewati penderitaan di kayu salib itu.

Saat itulah Yesus merasa begitu ketakutan. Di taman Getsemani dalam doa-Nya Yesus meminta kepada Bapa untuk menjauhkan cawan sengsara yang harus diminum-Nya. Untuk merubah keputusan Bapa atas-Nya.

Lukas 22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Mari kita belajar tentang ketaatan seperti ketaatan Yesus. Dalam doa terkadang kita mendapat jawaban “tidak” dari Tuhan.

Yesus Anak Allah itupun pernah mendapat jawaban “tidak” dari Bapa-Nya. Yesus harus tetap memikul salib, dicambuk, ditikam, dihina, diludahi, bahkan dipaku di kayu salib sampai mati.

Tapi Yesus mengajari kita untuk tidak berontak dan tidak complain terhadap jawaban doa yang tidak sesuai dengan kehendak hati kita.

Yesus mengajari kita untuk tetap tunduk dan taat pada otoritas Allah, “… bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”

Ketaatan adalah sebuah hal mutlak jika kita ingin melihat Allah bekerja dalam hidup kita. Penundukan diri adalah sebuah keharusan jika kita ingin melihat rencana Allah dinyatakan dalam hidup kita.

Dan ketika Yesus tidak complain dan tetap tunduk kepada otoritas Allah, maka Yesus mendapat kekuatan untuk melakukan kehendak Bapa-Nya (Lukas 22:43).

Yesus tidak menerima setiap pukulan dan hinaan dengan keberadaan-Nya sebagai Amak Allah. Tapi Dia memikul semua penderitaan itu sebagai manusia.

Meski demikian Yesus mampu melaksanakan tugas-Nya sampai di kayu salib. Penderitaan berat yang harus dipikul-Nya dapat dilewati-Nya hanya karena kekuatan dari Bapa yang diberikan kepada-Nya.

Mungkin kita harus masuk dalam jalan “Via Dolorosa” kita masing-masing. Mungkin kita harus tetap memikul salib yang Tuhan taruh dipundak kita dan harus terus berjalan melewati berbagai penderitaan dan bahkan penghinaan.

Percayalah, jika kita mau menutup mulut kita dari segala bentuk keluhan dan tetap taat mengikuti kehendak Bapa, maka Tuhan akan memberikan kepada kita kekuatan untuk mengikuti seluruh rencana-Nya sampai selesai.

Matius 11:28-30 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Puji Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s