Pembelaan Didalam Hadirat Tuhan

Standar

Pemazmur dalam Mazmur 73 menceritakan bahwa pada satu titik dalam hidupnya, ia melihat bahwa orang-orang yang berlaku curang terhadapnya, yang melakukan berbagai hal yang menyakiti hatinya ternyata mengalami hidup yang “menyenangkan”.

Mereka terkesan begitu sehat dan berhasil sehingga semakin hari tingkah mereka semakin jahat dan semakin sombong. Bahkan rasa takut dan hormat kepada Tuhan sudah tidak mereka miliki lagi.

Dan sebaliknya pemazmur justru mengalami hari-hari yang tidak menyenangkan. Hidupnya penuh dengan masalah.

Dalam ayat 13 bahkan pemazmur mengatakan bahwa ia merasa sia-sia menjaga hatinya tetap bersih di hadapan Tuhan dan manusia. Hidupnya tetap mengalami hari-hari yang buruk.

Pemazmur mengalami saat dimana ia merasa cemburu terhadap kesuksesan orang-orang yang berlaku tidak benar ini.

Pada suatu masa ketika kita berada pada saat-saat seperti ini. Ditinggalkan oleh orang-orang kita cintai. Dikhianati oleh orang-orang terdekat dengan kita. Dilecehkan dan hina justru oleh orang-orang yang seharusnya mengasihi kita.

Berapa kali kita mengalami seperti yang dialami pemazmur? Para pengganggu kita justru hidup “nyaman” padahal kita terus berusaha menjaga hidup benar dihadapan Tuhan. Tapi tetap saja para pengganggu kita itu tidak berhenti mengganggu, menyakiti dan bahkan terus berusaha menghancurkan hati dan hidup kita.

Lihat apa yang dilakukan pemazmur ketika mengalami hal seperti itu dalam hidupnya.

Ketika ia mengalami “ketidakadilan” dalam hidupnya. Ia tidak membiarkan kepahitan masuk dalam hatinya lebih lama. Tapi dia justru mencari hadirat Tuhan dan masuk dalam hadirat Tuhan.

Dalam persekutuan dengan Tuhan itulah, Tuhan memperlihatkan kepadanya cara Tuhan membelanya. Disaat orang-orang meninggalkannya, justru saat itulah Tuhan memegang tangan kanannya.

Menuntun langkah kakinya ketika harus berjalan dalam himpitan dan celaan orang-orang berlaku curang terhadapnya.
Dan ia melihat Tuhan memulihkan keadaannya, mengangkatnya masuk dalam kemuliaan Tuhan.

Disaat tersulit dalam hidup kita dan disaat kita ditinggalkan sendirian dan tersakiti, sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan kita. Dia suka memegang tangan kita dan memberi kita kekuatan untuk mampu melewati saat-saat sulit ini.

Lakukan seperti apa yang pemazmur lakukan, hampiri Tuhan dan masuk dalam hadirat Tuhan. Karena dalam hadirat Tuhanlah, Ia akan mengungkapkan banyak rahasia-Nya yang akan menenangkan hati kita.

Kita akan melihat betapa ternyata Tuhan tidak pernah sekalipun membiarkan kita sendirian.

Ulangan 31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Dalam hadirat Tuhan disana Tuhan akan menceritakan pekerjaan tangan-Nya yang dahsyat. Dalam hadirat Tuhan ada penghiburan dan kekuatan baru. Dalam hadirat Tuhan kebencian dan kepahitan hati akan diubahkan menjadi pengampunan dan sukacita.

Mazmur 73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Puji Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s