Mengalah Untuk Menang

Standar

Ini sebuah slogan tua yang setiap kita pasti tahu. Simply words.

Tapi tidak semudah mengucapkannya. Dan tidak seindah ketika dilaksanakan.

Tuhan menghendaki anak-anak-Nya untuk melakukan hal ini.

Tapi jangan keburu kecil hati… Tuhan tidak akan mengijinkan seseorang terus-menerus memperlakukan anak-anak-Nya dengan tidak adil.

Kadang-kadang saat kita tidak melihat perubahan apapun yang sedang terjadi bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, memang akhirnya menjadi mudah tergoda untuk bersikap manipulatif.

Berusaha mengerjakan sesuatu untuk “mempercepat” bahkan berusaha membuat segala sesuatu terjadi karena usaha kita sendiri.

Tindakan seperti itu beresiko kita mengganggu rencana-rencana dan maksud-maksud Tuhan.

Bahkan justru menciptakan kekacauan lain untuk Tuhan bersihkan dan mungkin bahkan mencegah Tuhan melakukan apa yang Ia ingin lakukan dalam keadaan itu.

Dalam waktu-waktu penantian, kita sering tergoda untuk menterjemahkan kehendak Tuhan dengan cara pandang kita sendiri.

Alih-alih berdiam diri dan menanti pertolongan Tuhan, kita malah menggunakan slogan “bekerja dan berdoa” untuk mendahului Tuhan bekerja.

Jika kita mau mengizinkan Tuhan menangani keadaan ini, kita tidak bisa bersikap ; … lu pikir gue siapa? Bisa lu permainkan seenaknya…

No! Itu hanya akan mencegah Tuhan membalas dengan cara-Nya.

Itu hanya akan membuat Tuhan menarik diri untuk bersegera melepaskan kita dari pengganggu-pengganggu kita.

Jika kita berusaha membalas orang lain yang telah bertindak tidak adil kepada kita, artinya kita sedang menutup pintu bagi Tuhan untuk melakukan bagian-Nya.

Jika kita ingin pintu kemurahan Tuhan atas hidup kita tetap terbuka dan mendatangkan keadilan-Nya atas kehidupan kita, kita harus membuka sepenuhnya kesempatan bagi Tuhan untuk bekerja.

Ketika seseorang menceritakan keburukan kita, bersikaplah : tidak apa-apa, Tuhan akan memperbaikinya bagiku.

Ketika seseorang mencurangi dan bertindak tidak adil kepada kita, bersikaplah : tidak apa-apa, Tuhan akan mendatangkan keadilan yang sejati kepadaku.

Kemarahan dan pembalasan tidak akan mendatangkan kemenangan. Justru akan menghambat dan memperlama proses pembelaan Tuhan.
Selalu ingat bahwa Ia berjanji memperbaiki dan meluruskan apa yang salah pada kita.

Dan ketika kita memilih untuk menjaga sikap baik serta menghindarkan perbantahan dan pertikaian, maka kita sedang memberi kesempatan kepada Tuhan untuk mengerjakan bagian-Nya, membayar kepada kita dengan berkelimpahan apa yang telah hilang dari kita.

Mengalah untuk menang adalah cara Tuhan untuk mendiamkan pengganggu-pengganggu kita.

So…. Do it now!

Janji Tuhan bagi kita :

Yesaya 61:7
Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s