Buanglah Ragi Yang Lama!

Standar

Mengawali tahun yang baru, biasanya setiap orang berharap ada sesuatu yang baru yang akan terjadi.

Tahun baru adalah harapan baru, semangat baru, suasana baru.
Dan segala yang baru lebih sering harus didapat ketika yang lama dibuang terlebih dahulu.

Minggu lalu, saya ke  Care Centre untuk membetulkan handphone saya yang rusak. Lalu customer service menawarkan kepada saya untuk meng-up grade versi software handphone saya dengan yang terbaru. Saya sangat menyetujui hal tersebut.

Lalu kemudian dia mengingatkan saya bahwa pengupgradean itu dapat menyebabkan seluruh data-data saya dalam hp akan terhapus.

Serta merta saya menolak dan mengambil hp saya lagi dari tangannya. Terlalu penting data-data itu bagi saya dibandingkan dengan software versi terbaru.

Sang customer service yang baik hati ini kemudian memberikan solusi bagi saya. Jika saya mau versi terbaru dan mau tetap memiliki data-data dalam hp saya, maka saya harus melakukan proses back up data.

Singkat cerita, saya lalu menyetujui saran tersebut dan pergi ke counter Information Centre yang menyediakan jasa back up data. Tapi sayangnya, proses itu tidak berjalan sebagaimana yang saya pikirkan.

Setelah mengantri cukup lama, saya juga harus kecewa karena data hp saya gagal di back up. Berbagai cara telah dicoba, tetap saja tidak semua data berhasil di back up. Data-data yang rusak tidak dapat di back up. Tapi saya tetap tidak mau kehilangan data-data lama saya yang sudah rusak itu.

Saya ingat dalam hp itu ada ucapan selamat ulangtahun dari seorang sahabat sejak tahun 2005, di dalam situ juga ada sms-sms yang menyakitkan hati saya yang saya simpan sejak lama. Bayangkan!

Akhirnya saya memutuskan untuk menunda meng up grade versi terbaru. Dan tetap menyimpan data-data lama yang rusak dalam hp saya.

Seringkali kita sayang membuang hal-hal lama dalam hidup kita. Hal-hal lama itu mungkin berupa kepahitan yang lama tersimpan yang telah menjadi data rusak dalam hati kita.

Hal-hal lama bisa juga berupa sikap dan cara hidup yang lama yang menghalangi proses promosi Allah yang baru dalam hidup kita.

Dalam 1 Korintus 5 : 7 – 8 Rasul Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk meninggalkan ragi yang lama.

Apa itu ragi?

Ragi adalah mahkluk hidup. Hiii… saya bergidik membayangkan ada mahkluk hidup jutaan banyaknya yang terus hidup meski di suhu sampai -80 derajat celcius.

Sebab itu ragi butuh makanan layaknya manusia, butuh protein, glukosa dan mineral. Ragi atau yeast ini akan terus hidup jika ada makanan.

Ragi akan mengkhamiri makanan dimana dia ada. Ragi membuat proses fermentasi terjadi pada makanannya.

Selama ada makanan, ragi akan terus berkembang biak dengan cara membelah diri. Dengan merusak makanan yang ditemuinya. Menjadi tambah banyak bahkan semakin banyak.

Nah, untuk membuat ragi ini berhenti dari aktivas biologisnya, ragi perlu disimpan di suhu rendah. Untuk membuat ragi ini mati, hanya ada satu cara yaitu dengan tidak memberinya makanan.

Dan, jika ragi ada di suhu ruang tapi tidak ada makanan maka ragi akan membentuk zat toksin sebelum akhirnya dia mati karena tidak ada makanan lagi.

Ragi adalah dosa yang merusak kehidupan orang percaya. Untuk membunuh ragi dosa itu hanya dengan satu cara yaitu dengan tidak memberinya makan.

Kesempatan adalah makanan bagi ragi dosa untuk terus berkembang. Membuat ragi dosa berkembang biak dan menjadi bertambah banyak.

Rasul Paulus berkata di ayat 7, buanglah ragi yang lama supaya menjadi adonan yang baru, adonan yang tidak dikhamiri oleh ragi dosa.

Tapi kita sering seperti cerita saya tentang data-data lama di handphone. Kita lebih suka menyimpan sampah dalam hati kita.

Yang akhirnya menghabiskan memori hati kita sehingga tidak ada tempat lagi bagi hal-hal baru yang mau Tuhan berikan bagi kita.

Kita sayang membuang dosa-dosa dalam hidup kita, karena kita menikmati “enaknya” dosa itu.

Buang hal-hal lama di tahun yang sudah berlalu. Jangan simpan kekecewaan, kepahitan, luka, penolakan, kegagalan bahkan kehidupan dosa yang kita lakukan di tahun yang lalu.

Ingat, ragi adalah mahkluk hidup. Dosa itu pun seperti mahkluk hidup. Terus hidup dan terus berkembang biak jika kita memberinya makanan.

Jangan khamirkan adonan baru yang mau Tuhan berikan bagi kita.

Tahun yang baru ada berkat-berkat baru yang mau Tuhan sediakan bagi kita, jangan dikhamirkan dengan sikap dan gaya hidup lama kita yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Jangan biarkan ragi dosa itu tetap hidup. Buang bahkan matikan itu.

Terima berkat Tuhan dengan sikap yang baru dan benar.

Haleluya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s