Behind the Scene – Kelahiran Yesus

Standar

Berita kehamilan Maria adalah sebuah berita mengejutkan bagi Yusuf. Berita itu seperti petir di tengah hari yang membuat Yusuf panik dan bingung.

Yusuf seorang muda yang takut kepada Tuhan dihadapkan pada kenyataan tunangannya hamil. Padahal Yusuf selalu menjaga kesucian Maria tunangannya. Tidak mudah bagi Yusuf untuk serta-merta mempercayai Maria ketika tunangannya ini menjelaskan kepada Yusuf tentang asal mula bayi yang dikandungnya adalah dari Roh Kudus.

Adalah hal yang lumrah jika Yusuf kemudian menjadi bimbang dan kebingungan. Wanita hamil pada usia tua adalah hal yang sudah pernah terjadi. Tapi hamil karena benih Roh Kudus adalah hal pertama dan satu-satunya yang terjadi di dunia ini.

Yusuf taat ketika Tuhan sendiri menjelaskan kehamilan Maria itu kepada Yusuf lewat perantaraan malaikat-Nya. Yusuf tidak menolak untuk bertanggung jawab ketika ia harus mengerjakan bagiannya. Dan sebagai tunangan Maria sudah tentu Yusuflah orang yang harus bertanggung jawab atas kehamilan Maria.

Lain lagi dengan Maria. Berbagai penolakan dialami oleh Maria ketika ia harus pergi dari Nazaret ke Betlehem untuk mengikuti sensus penduduk yang diadakan oleh Kaisar Agustus. Padahal saat itu, Maria sedang menanti kelahiran bayinya. Tapi Maria tetap bertahan dan tidak berkeluh kesah.

Sebagai ibu dari seorang Raja, tentulah pantas bagi Maria untuk mendapat kehormatan. Apalagi disaat ia sedang mengandung seorang Raja. Tapi kenyataan yang terjadi justru Maria mendapat penolakan-penolakan. Maria tidak mendapat tempat yang layak untuk melahirkan.

Dalam kondisi seperti itu, mudah bagi Maria untuk menjadi kecewa. Mudah bagi Maria untuk kemudiaan menjadi marah dan complain kepada Tuhan. Bukankah Maria sudah mau menanggung malu akibat kehamilan diluar nikah yang harus ia alami? Bukankah kehamilan ini terjadi diluar kehendak Maria?

Tapi Maria tidak mengeluh atas apa yang dialaminya. Alkitab mencatat Maria menyimpan dan merenungkan semua yang dialaminya dalam hatinya.
Maria dan Yusuf dua pribadi di balik layar cerita kelahiran Yesus. Ketaatan, kesetiaan, dan penundukan diri Maria dan Yusuf membuat mereka menjadi pribadi yang dipilih Tuhan untuk menggenapkan nubuatan-nubuatan tentang kelahiran seorang Juruslamat.

Jika saja ketika itu Maria menolak untuk mengandung benih Roh Kudus, atau jika saja ketika itu Yusuf menolak untuk mengerjakan bagiannya memikul tanggung jawab terhadap Maria dan bayi yang dikandungnya, atau jika saat itu Maria meminta hak istimewa untuk melahirkan di istana mewah, mungkin mereka tidak akan pernah dikenang sepanjang masa sebagai orang-orang biasa dengan hati yang luar biasa kepada Tuhan.

Sahabat, lewat renungan manna sorga hari ini mari kita belajar, jika hari-hari ini kita dihadapkan dengan sebuah masalah, jangan kecil hati. Lakukan bagianmu yang Tuhan mau kau lakukan. Percayalah Tuhan punya sesuatu yang indah dibalik semua penderitaan yang harus kita pikul. Kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Tapi satu hal yang pasti setiap rancangan Tuhan bagi umat-Nya adalah rancangan yang mendatangkan damai sejahtera Yeremia 29 : 11.

Tuhan membayar apa yang telah dilakukan Maria dan Yusuf, ketika mereka mau mengerjakan bagian mereka-behind the scene. Jika kita mau mengambil bagian kita, mengerjakan pelayanan kita untuk memuliakan nama Tuhan, maka Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya atas kita. Believe it!

Haleluya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s