Renungan: Sebuah Penolakan II

Standar

Setelah mempertanyakan Tuhan dan kemudian mencurigai Tuhan, tahap selanjutnya menjadi semakin berbahaya.

3. Kecewa kepada Tuhan
Kecurigaan kepada Tuhan berbuah jadi kekecewaan terhadap Tuhan. Matius 11 : 6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.

Selalu ada proses dalam rencana Tuhan. Tidak pernah ada yang instan. Karena tujuan Tuhan adalah untuk memurnikan anak-anak-Nya seperti emas. Lewat setiap masalah dan pergumulan hidup Tuhan mau mengajar kepada anak-anak-Nya untuk hidup bergantung dan bersandar penuh kepada Dia. Yang akhirnya pengakuan mutlak dari anak-anak-Nya bahwa Tuhan itu Maha Kuasa. Pengakuan bahwa Dia Tuhan yang berdaulat penuh atas hidup kita. Itu yang Tuhan tuntut. Selama kita belum sampai pada titik pengakuan mutlak atas kemahakuasaan Tuhan, Tuhan akan terus memasukkan kita pada proses pemurnian-Nya.

Bangsa Israel ketika dibawa keluar dari Mesir, mengalami kekecewaan karena tekanan-tekanan dan ketakutan mereka terhadap kejaran Firaun dan pasukannya. Mereka lebih suka kembali ke Mesir ke tempat perbudakan daripada mengalami pembebasan dan menuju ke tanah perjanjian. Itu sebabnya selama 40 tahun lebih mereka dibawa Tuhan berputar-putar di padang gurun sampai mereka siap untuk masuk ke tanah perjanjian, baru kemudian Tuhan membawa bangsa Israel memasuki tanah perjanjian itu.

Sebelum kita lulus dari sebuah ujian, kita akan terus diuji dengan ujian itu sampai kita bisa lulus melewatinya. Jika kita mendengar atau membaca kesaksian orang-orang yang mengalami pertolongan Tuhan, kita tahu bahwa itu terjadi karena ada sebuah ketaatan dan sebuah penyerahan diri total kepada Tuhan.

Hati-hati jika kita sudah sampai pada tahap kecewa terhadap Tuhan. Banyak orang kemudian mengalami kepahitan dalam hidupnya. Pada tahap ini, orang tidak lagi bisa melihat kemurahan Tuhan. Bukan karena Tuhan tidak berkemurahan, tapi karena kekecewaan telah menutup mata hatinya dari hal-hal baik yang Tuhan kerjakan. Segala sesuatu yang Tuhan lakukan sebagai sebuah rencana penyelamatan bagi hidupnya, tidak bisa dipahaminya lagi.

Orang-orang seperti ini kemudian menjadi masa bodoh dengan hidupnya. Putus asa dan tidak punya pengharapan. Hidupnya jadi berantakan. Karena tujuan hidupnya sudah tidak jelas lagi. Merasa gagal semua yang dikerjakannya.

4. Menolak mempercayai Tuhan
Yesus tidak dapat mengerjakan satu mujizat pun di Nazaret karena penolakan orang-orang Nazaret terhadap Yesus. Karena penolakan itu membuat mereka tidak bisa mempercayai kemahakuasaan Tuhan Yesus.

Hati-hati dengan sikap iman kita. Jika kita selalu mempertanyakan kesanggupan Tuhan untuk bertindak, atau mempertanyakan kecintaan-Nya kepada anak-anak-Nya akan membuat benih-benih keraguan akan kedahsyatan-Nya tumbuh dalam hati kita. Jika kita sudah mulai meragukan Tuhan, kita akan dengan mudah membiarkan kecurigaan terhadap kasih dan pertolongan Tuhan mengisi hati kita.

Ketika kecurigaan timbul, mata iman kita tidak bisa lagi melihat rencana Tuhan yang indah dan ajaib yang sedang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita. Sehingga kita jadi gampang untuk kecewa terhadap Tuhan.

Kekecewaan yang terlalu lama bisa menjadi rasa putus asa dan masa bodoh. Hidup jadi tidak tertib lagi. Kita mulai menabrak rambu-rambu yang Tuhan pasang untuk menjaga jalan kita agar tetap selamat. Padahal dalam rambu-rambu itulah batasan yang Tuhan pakai untuk menyelamatkan kita dari kehancuran.

Ketika kecewa berbuah jadi penolakan maka mujizat tidak dapat terjadi lagi. Karena hati kita, pikiran kita, seluruh panca indera bahkan seluruh tubuh, jiwa dan roh kita tertutup dan menolak untuk mempercayai Tuhan.

Mujizat tidak akan bisa terjadi di hati yang keras dan menolak untuk mempercayai kemahakuasaan Tuhan.

Hati-hati jika kita masih ke gereja dan beribadah tapi tidak mengalami mujizat Tuhan bekerja dalam hidup kita lagi. Segera periksa hidup kita. Jangan biarkan benih-benih penolakan terhadap kemahakuasaan Tuhan hidup dalam pikiran dan hati kita. Segera lakukan pemberesan dengan Tuhan.

Haleluya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s