Renungan Hari Ini Sebuah Penolakan

Standar

Dari banyak kasus criminal yang terjadi pelaku adalah orang-orang yang memiliki luka batin karena mengalami penolakan-penolakan dalam hidupnya. Banyak orang gagal menjalin relationship yang baik dengan orang lain, bahkan tidak mampu memiliki satu sahabatpun dalam hidupnya karena perasaan-perasaan tertolak yang pernah dialaminya membekas dalam di hatinya.

Yesus mengalami penolakan di Nazaret. Di tempat dimana Dia lahir. Lingkungan, orang-orang yang dekat dengan Dia menolak Yesus. Mereka sangat mengenal keluarga Yesus. Mereka mengenal Dia sebagai anak tukang kayu dari keluarga sederhana saja. Latarbelakang keluarga Yesus membuat orang-orang Nazaret tidak bisa menerima Yesus. Mereka tidak bisa mempercayai pengajaran-pengajaran Yesus, karena hati mereka telah menolak Yesus. Penolakan itu membuat mujizat tidak bisa terjadi di Nazaret. Begitu tragis. Di kota dimana Yesus terlahir, justru tidak bisa mengalami mujizat dan menerima berkat karena kehadiranNya di muka bumi ini. Markus 6 : 1-6

Penolakan tidak selalu sebuah pernyataan verbal dengan frontal, “tidak!”. Tapi justru penolakan-penolakan tersembunyi yang tidak diakui akan lebih dalam dampaknya dan berbahaya.

Tahap-Tahap Penolakan
1. Mempertanyakan Tuhan
Orang-orang Nazaret yang takjub mendengar pengajaran-pengajaran Tuhan Yesus kemudian mempertanyakan kemampuan dan hikmatNya. Mereka sangat mengenal keluarga Yesus. Latar belakang hidup Yesus dan keseharianNya. Mereka kemudian menjadi kecewa karena Yesus adalah bagian dari sebuah keluarga yang biasa-biasa saja. Bukan keluarga kerajaan, bukan terlahir dari keluarga kaya raya. Mereka mempertanyakan kesanggupan Tuhan Yesus. Mereka mempertanyakan eksistensi Tuhan. Mempertanyakan kemahakuasaan Tuhan Yesus.

Terkadang tanpa kita sadari, kita jadi seperti orang-orang Nazaret ini. Ketika masalah datang, alih-alih menyerahkannya kepada Tuhan, kita malah mempertanyakan kesanggupan Tuhan untuk menolong. Bisa, gak ya? Mampukah Tuhan menolong saya? Dan bahkan ada yang mempertanyakan kasih Tuhan. Mau gak Tuhan menolong saya, ya? Mempertanyakan Tuhan sama artinya dengan meragukan Tuhan.

Yairus di Markus 5 mengalami pertolongan Tuhan disaat keadaan anaknya ternyata sudah meninggal. Tuhan hanya meminta Yairus untuk percaya saja kepadaNya. Hanya percaya saja. Cukup tinggal dalam iman dan mempercayai Tuhan 100 persen. Justru disinilah sulitnya. Mau gak kita berhenti mempertanyakan kemahakuasaan Tuhan. Berhenti mempertanyakan seberapa besar kasihNya bagi kita. Hanya percaya saja. Karena rencana Tuhan bagi umatNya adalah rencana damai sejahtera, bukan rencana yang membawa kecelakaan. Dan hari depan yang penuh harapanlah yang Tuhan rencanakan bagi anak-anak-Nya.

2. Mencurigai Tuhan
Ketika kita mulai mempertanyakan kemahakuasaan Tuhan, lalu kita mendapat input dari sumber yang tidak berkompeten. Sumber inputnya adalah orang yang tidak pernah mengalami kemahakuasaan Tuhan, tidak pernah mengalami mujizat Tuhan bekerja atas hidupnya. Ini bahaya. Kesimpulan kita tentang Tuhan jadi tidak benar.

Ketika orang-orang Nazaret bertanya-tanya tentang siapa Tuhan Yesus itu, mereka menemukan jawaban bahwa Yesus adalah anak tukang kayu. Bagaimana mungkin anak tukang kayu berubah menjadi Tuhan? Bagaimana mungkin anak tukang kayu ini ngaku-ngaku Anak Allah? Mereka akhirnya jadi mencurigai Yesus. Buah kecurigaan ini membuat mereka menolak Yesus.

Dalam perjalanan hidup kita, seringkali kita mencurigai Tuhan. Kita mencurigai Tuhan berlaku curang kepada kita. Kita mencurigai Tuhan berlaku tidak adil kepada kita. Setelah kesetiaan yang kita tunjukkan dalam pelayanan bertahun-tahun, tapi hidup kita rasakan tetap saja berat. Masalah keuangan terus melilit. Sakit bertahun-tahun tidak kunjung sembuh. Doa-doa kita seakan sudah tidak didengar apalagi dijawab Tuhan.

Bukannya memeriksa kehidupan doa kita, atau memeriksa motivasi pelayanan kita yang mungkin masih ada yang keliru dan tidak benar, tapi kita lebih suka mencurigai Tuhan tidak mau menolong kita.

(bersambung…)

One response »

  1. Ping-balik: Renungan: Sebuah Penolakan II « MannaSorga's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s