Never Fail

Standar

Renungan Manna Sorga hari ini

Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”

Ketika Abram dipanggil Tuhan keluar dari Ur menuju sebuah negeri yang dijanjikan Tuhan bagi keturunan Abram, Allah menjanjikan akan memberkati Abram dengan keturunan yang banyak dan menjadi bangsa yang besar.

Banyak hal terjadi dalam perjalanan Abram. Allah selalu menolong dan memberkati Abram. Tapi Allah membiarkan sebuah janji yang perlu Abram perjuangkan untuk mendapatkannya. Selama dua puluh lima tahun, Abram menanti penggenapan janji Tuhan. Dua puluh lima tahun bukan waktu yang singkat dalam sebuah penantian.

Kenyataan dihadapan Abram dan Sarai adalah bahwa usia mereka sudah terlalu tua untuk dapat memiliki seorang anak— bagaimana mungkin untuk memiliki sebuah bangsa yang besar, jika satu anak saja tidak bisa mereka dapatkan.

Tapi rencana Tuhan tidak mungkin gagal. Bangsa besar yang dijanjikan Tuhan adalah berasal dari kandungan Sarai, bukan orang lain.

Apakah Tuhan serta merta membuat Sarai mengandung? Tidak.
Meski itu adalah rencana Tuhan. Tapi Tuhan mau baik Abram maupun Sarai dapat menerima janji Tuhan dalam iman yang benar. Sepanjang Abram dan Sarai memandang diri mereka tidak layak lagi untuk memiliki seorang anak, Tuhan tidak akan mengerjakan rencana-Nya.

Abram dan Sarai perlu masuk dalam dimensi iman untuk dapat melihat Tuhan sedang bekerja membuat janji-Nya terjadi. Tuhan membutuhkan kerjasama dari Abram dan Sarai untuk dapat mempercayai-Nya.

Untuk itu Tuhan perlu mengubah cara pandang Abram dan Sarai terhadap diri mereka sendiri. Tuhan mengubah nama Abram menjadi Abraham yang artinya bapa banyak bangsa. Dan mengubah nama Sarai menjadi Sara yang artinya puteri.

Sepanjang tahun sementara Tuhan bekerja, Abraham dan Sarapun mulai memandang dirinya dengan cara yang baru. Setiap kali ada yang memanggil nama Abraham, Abraham melihat itu sebagai sebuah penguatan bahwa ia adalah bapa banyak bangsa. Begitu juga dengan Sara. Setiap kali ada yang memanggil nama Sara, Sara akan memandang dirinya sebagai seorang puteri bukan seorang wanita tua yang tidak produktif.

Janji Allah tidak pernah gagal. Tuhan mau kita melihat diri kita layak untuk menerima janji-janji-Nya. Kenyataan dapat saja berseberangan dengan apa yang kita harapkan. Tapi kita perlu masuk dalam dimensi iman dan mengubah cara pandang kita terhadap potensi besar yang dapat Tuhan kerjakan dalam diri kita.

Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Teruslah berharap pada janji-janji Tuhan meski sekalipun tidak ada dasar untuk berharap. Karena Tuhan tidak pernah gagal menepati janji-janji-Nya.

Praise The Lord!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s