Tenanglah Jiwaku

Standar

Horatio G. Spafford, seorang pengusaha kaya raya yang juga seorang pengacara yang hidup di tahun 1800 an mengalami sebuah tragedi mengerikan dalam hidupnya. Ia kehilangan empat putrinya sekaligus dalam waktu yang bersamaan ketika istri dan anak-anaknya mengalami musibah kecelakaan kapal. Di Lautan Atlantik, kapal yang membawa istri dan anak-anaknya bertabrakan dengan kapal lain. Saat itu juga Spafford kehilangan semua anaknya. Ketika ia mau menyusul dan menjemput istrinya, Spafford berlayar pula melewati tempat dimana kecelakaan itu terjadi. Hatinya begitu hancur. Dalam kegalauan dan kesedihannya, Tuhan menaruh sebuah lagu yang indah yang kemudian menjadi sebuah lagu yang sangat menguatkan banyak orang percaya; tenanglah, tenanglah jiwaku…

Tidak peduli apapun yang menimpa hidup kita, kita harus mampu berkata, tenanglah jiwaku. Hidup mungkin membawa kita masuk dalam badai, tetapi tenanglah jiwaku.

Rencana-rencana kita tidak berhasil, semua gagal. Tapi bagaimanapun, tenanglah jiwaku. Dokter mungkin mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan kita buruk, tapi katakan tenanglah jiwaku.

Kita memang tidak mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik, tapi tetap tenanglah jiwaku. Akui dan katakan bahwa kita tidak mampu mengubahnya , tapi Tuhan sanggup. Tuhan yang membuat badai itu diam sehingga gelombang-gelombangnya tenang.

Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Letak kekuatan kita adalah ketika kita tenang dan terus mempercayai Tuhan.
Mulailah katakan; “ tenanglah, tenanglah jiwaku.”

Haleluya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s