TERUS MEMBERKATI

Standar

Dalam pergumulan-pergumulan hidup saya menemukan ternyata Tuhan lebih suka mengubah saya dibanding mengubah keadaan-keadaan saya. Tuhan tidak akan mengubah keadaan-keadaan saya sebelum Tuhan mengubah saya terlebih dulu.

Suatu pagi saya kedatangan seorang teman ke rumah. Dia datang menjajakan barang-barang dagangannya yang sebenarnya tidak seberapa harganya. Tapi hari itu saya sedang tidak punya uang. Dalam hati saya menjerit kepada Tuhan. Saya ingin menolongnya. Saya ingin meringankan bebannya. Semoga uang di dompet saya cukup untuk membeli barang dagangannya.

Disela-sela dia menawarkan barang dagangannya, dia lalu menyaksikan pertolongan Tuhan yang terus mengalir dalam hidupnya. Sambil menangis dia menyaksikan kepada saya betapa luar biasanya Tuhan dan dia begitu jatuh cinta kepada Tuhan Yesus. Kemudian dia pulang dengan hanya beberapa puluh ribu saja yang berhasil dijualnya kepada saya. Lalu dia minta maaf telah mengganggu saya pagi-pagi, tapi saya tahu dia datang kepada saya karena itu ada dalam rencana Tuhan.

Hari itu yang sebenarnya terjadi adalah teman saya telah menolong saya untuk mengerti kehendak Tuhan. Sedikit uang yang saya berikan untuk membeli dagangannya dengan ketulusan dan kerelaan hati adalah cara Tuhan mengajari saya untuk terus memberkati. Meski dalam kekurangan Tuhan tidak menghendaki kita berhenti memberkati.

Keadaan saya tidak berubah, sebelum saya mengubah sikap saya ketika menghadapi sungai kering yang Tuhan kehendaki terjadi dalam hidup saya. Tidak kehilangan kasih dan terus memberkati itulah yang Tuhan mau.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s