Terus Mengasihi

Standar

Reaksi normal kebanyakan manusia ketika kehidupannya diusik dan diganggu adalah kemudian menjadi marah dan bersikap buruk. Ketika diusik, daun-daun putri malu akan segera menutup. Ketika merasa terancam, landakpun akan segera mengeluarkan duri-durinya.

Abigail adalah seorang wanita yang cantik dan bijaksana. Sayangnya, Abigail memiliki suami yang kasar dan jahat. Suatu ketika, Nabal suami Abigail ini dengan kasar dan pongah menolak Daud. Daud kemudian menjadi sangat marah dan berniat untuk membunuh Nabal dan seluruh laki-laki dalam rumahnya. Tapi kemudian Abigail tampil dengan kerendahan hatinya. Abigail melakukan bagiannya sebagai seorang istri yang baik dan bijaksana. Saya yakin, bukan satu dua kali Abigail mendapat perilaku kasar dari suaminya. Pastilah Abigail sebagai istri yang baik, merasa malu dan tidak nyaman dengan perilaku buruk suaminya itu.

Tapi ketika Abigail mendengar rencana Daud yang mau membunuh suaminya, Abigail menjadi penengah. Abigail membela tidak hanya kepentingan suaminya, tapi dia membela anak buah suaminya, orang-orang yang tidak bersalah.

Berapa kali kita ada diposisi seperti Daud. Marah karena ada orang yang menyakiti kita. Marah ketika ada orang yang berlaku curang dan tidak bertanggung-jawab. Marah ketika Nabal-Nabal disekeliling kita terus menyerang eksistensi kita.

Tapi ingat nasihat Abigail kepada Daud. Abigail meminta kepada Daud untuk tidak mengotori tangannya dengan darah orang jahat seperti Nabal. Jangan terjebak ikut menjadi jahat karena kejahatan orang lain kepada kita. Jangan menjadi tidak bertanggung-jawab karena membalas sikap tidak bertanggung-jawab orang lain kepada kita.

Abigail tidak meminta Tuhan menghukum Nabal karena sikapnya yang jahat. Abigail tidak memanfaatkan kesempatan dan kemarahan Daud untuk membalas sikap Nabal yang bebal. Tapi Abigail mengerjakan bagiannya sebagai seorang istri yang baik. Terus mengasihi suaminya. Terus memintakan keselamatan bagi suaminya. Dan alkitab mencatat Abigail akhirnya menjadi istri Daud. Tuhan mengangkat Abigail dan memberi kemuliaan bagi Abigail karena kasihnya yang tulus.

Roma 12 : 14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

Seperti kita dipanggil untuk diberkati dan bukan untuk mengalami kutuk, kita juga dipanggil untuk memberkati dan bukan mengutuk.

Teruslah mengasihi dengan segala ketulusan hati.

Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s