Seeking His Face

Standar

Mazur 42:3 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Seringkali kerinduan untuk menemukan wajahNya begitu kuat saya rasakan. Merasakan kerinduan yang menyakitkan seperti kerinduan seorang kekasih atau kerinduan seorang anak kecil kepada ayahnya.

Ketika masih kecil, anak saya suka sekali main ciluk ba. Dia akan melonjak kegirangan jika berhasil menemukan wajah saya setelah saya membuka telapak tangan yang menutupi wajah. Tapi jika saya menutup wajah saya lagi dengan telapak tangan, dia akan berusaha menarik tangan yang menutupi wajah saya agar supaya dapat melihat wajah saya lagi. Dia tidak mau hanya melihat tangan saya, dia mencari wajah saya.

Pemazmur menyatakan kerinduannya kepada Allah dalam Mazmur 42, betapa jiwanya haus akan Allah, dan berkerinduan untuk berjumpa dengan Allah. Kerinduan itu datang pada anak yang merasa bergantung jiwanya pada orang tuanya. Karena sang anak tahu bersama orang tuanya dia akan merasa aman terpelihara. Agar supaya dia benar-benar yakin bahwa orang tuanya tahu apa yang dibutuhkannya, maka sang anak hanya mau jika dapat menatap wajah orang tuanya dan memastikan orangtuanya juga melihat ke arahnya.

Berapa banyak dari kita yang berkerinduan untuk mencari wajahNya? MencariNya kemana-mana dengan sebuah kerinduan yang dalam akan wajahNya? Bapa sangat menyanyangi anakNya yang punya kerinduan berjumpa muka dengan muka denganNya.

Tapi sayangnya, beberapa dari kita hanya mencari tangan Tuhan saja dan bukan wajahNya. Mencari berkatNya dan bukan pengurapanNya.
Kunci keberhasilan Daud terus diberkati adalah karena Daud suka mencari wajah Tuhan. Raja Daud, dia sangat suka berada di hadirat Allah. Di hadapan wajah Bapa adalah tempat bagi raja Daud untuk mencurahkan seluruh isi hatinya.

Mazmur 62:9 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.
Itu sebabnya, Allah sangat menyanyangi raja Daud. Meski Daud tidak luput dari dosa, tapi tidak membuat Daud kehilangan kasih Allah. Karena Daud suka mencari wajah Allah dan diam dalam hadirat Allah.

Sering kita berdoa dan merasa cukup puas jika sudah menemukan tanganNya saja. Tapi kita tidak benar-benar mencari wajahNya dan menemukan wajahNya.

Kita berpikir hanya untuk keperluan kita saja. Berkat itu selalu menjadi tujuan kita. Padahal Bapa menginginkan sebuah hubungan yang indah dengan kita.

Tuhan berjanji akan menghalau semua musuh dan meluaskan daerah kekuasaan kita dan memproteksi milik kita dari orang-orang yang berniat mengambil kepunyaan kita jika kita secara teratur menghadap kepada Tuhan dan masuk dalam hadiratNya ( Keluaran 34:24).

Berhentilah hanya mencari tanganNya saja. Karena jika kita menemukan wajahNya, maka tanganNya akan terulur memberkati kita senantiasa.

Penyembahan adalah pintu masuk ke dalam hadiratNya. Untuk dapat merasakan hangat urapanNya dan memukan wajahNya. Senangkan Tuhan lewat penyembahan dan pengagunganmu kepada Dia maka Tuhan akan menghadapkan wajahNya kepadamu.

Jadilah seperti anak kecil yang berkerinduan mencari wajah orangtuanya dan berjumpa muka dengan muka. Jadilah seperti Daud yang selalu suka berada di rumah Tuhan dan menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait Tuhan ( Mazmur 27). Karena Daud tahu tempat teraman bagi dia untuk bersembunyi dari para lawannya adalah dalam kemah Tuhan. Dan di hadapan Tuhan ada pembelaan bagi orang yang mencari wajahNya.

Praise the Lord!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s