Persepsi ALLAH

Standar

Pernah mencoba melihat ketinggian air dalam sebuah gelas dari 2 sisi yang berbeda? Pernah melihat jarum di timbangan dari sisi samping dan dari bagian tengah sebuah timbangan? Pasti angka yang ditunjukkan jarum berbeda di dua sisi itu.

Perbedaan sisi atau cara kita melihat sesuatu akan menyebabkan hasil pengamatan menjadi berbeda pula. Persepsi atau cara pandang seseorang sangat menentukan sikap atau pikiran orang tersebut.

Perbedaan persepsi inilah yang sering membuat manusia kemudian complain kepada Tuhan, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya. Yang kemudian membuat manusia menuduh Tuhan berlaku curang atas hidupnya hanya karena kemalangan menimpanya. Akhirnya manusia jadi mudah mempersalahkan Tuhan atas apa yang menimpa dirinya.

Satu-satunya tujuan Tuhan adalah supaya nama Tuhan ditinggikan; setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Tuhan adalah Allah yang dahsyat dan berkuasa. Itu tujuan Tuhan. Jalan satu-satunya menuju mahkota kehidupan yang kekal hanyalah didalam Tuhan Yesus Kristus.

Bagaimana kita bisa mendapat mahkota kehidupan kekal itu jika kita tidak mengakui kedahsyatan Allah? Itu sebabnya Tuhan menuntut kita untuk mengakui  otoritas Allah dan tunduk kepada otoritas itu.

Pelajari persepsi Allah dalam menempatkan kita pada rencana keselamatan-Nya…

Ketika hidup kita tidak berjalan dalam rel kebenaran firman Tuhan, maka dengan “cemeti-Nya” Tuhan menghajar kita agar kembali ke dalam rel-Nya Tuhan lagi.

Ketika Tuhan melihat kemudahan hidup hanya akan membuat kita tidak lagi berharap dan mengandalkan Tuhan, maka Tuhan menarik kita keluar dari zona nyaman itu.

Ketika Tuhan melihat kesombongan dan keangkuhan rohani mulai membuat kita merasa “dibutuhkan” Tuhan, maka Tuhan mengijinkan kita direndahkan agar Tuhan tidak kehilangan orang dikasihiNya.

Ketika Tuhan mau memberkati, Tuhan melihat kesiapan hati kita untuk menerima berkat-berkatNya. Sebab itu jangan mencurigai Tuhan, ketika Tuhan ijinkan angin sakau menggoncang perahu kehidupan kita. Karena Dia ingin memastikan kita tidak akan menjadi “keblinger” dan goyah iman karena  berkat-berkat-Nya.

Padankan persepsi kita dengan persepsi Allah, maka kita akan memahami cara Allah bekerja dalam hidup kita.

Praise The Lord!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s