Pencuri Sukacita

Standar

Ada saat seseorang tertawa dan bersukacita, tapi dalam sekejap bisa tiba-tiba menjadi sedih atau marah. Mudah bagi seseorang untuk kehilangan sukacita daripada mendapatkan sukacita. Sebagai seorang percaya, Tuhan menuntut kita untuk terus berbuah secara konsisten. Sukacita adalah salah satu dari buah Roh yang Tuhan tuntut dalam hidup orang percaya.
Untuk dapat terus mempertahankan buah-buah sukacita kita perlu memahami siapa saja pencuri sukacita itu, agar tidak mudah sukacita kita dicuri dan hilang dari kita.

1.    Kekuatiran
Jika saja kita bisa merekam ekspresi yang ditimbulkan dari wajah kita ketika sedang menonton sebuah acara lawak lalu ketika commercial break digantikan dengan headline news tentang sebuah kecelakaan pesawat. Padahal, besok pagi-pagi sekali kita akan berangkat ke suatu kota dengan naik sebuah pesawat terbang.  Maka kita akan melihat perubahan drastis yang terjadi di wajah kita. Urat-urat saraf seketika menjadi tegang, dahi mengerut dan pada banyak orang bisa tiba-tiba terkena sakit migraine atau maag. Ketika membiarkan pikiran kita menjadi kuatir tentang sesuatu, sukacita menjadi lenyap. Kekuatiran seperti setetes minyak tanah di baju. Hanya setetes saja tapi efek bau yang ditinggalkan dapat mengalahkan bau pengharum baju yang kita pakai. Ketika timbul kekuatiran maka sukacita lenyap.

Agar dapat terus bersukacita, maka kata Rasul Petrus serahkanlah kekuatiran kita kepada Tuhan dan Tuhan yang akan memelihara kita. Waktu kita menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan, kita percaya bahwa DIA yang memelihara hidup kita sehingga kita bisa terus menjaga sukacita dalam hati kita.

Tuhan berkata, siapa yang karena kekuatirannya dapat menambah sehasta saja jalan hidupnya?  Tidak ada. Ketika kita kuatir, kita hanya akan menjadi panik. Ketika kita kuatir, kita tidak akan dapat melihat jalan keluar. Kekuatiran hanya membawa dampak negative yang merugikan saja. Ingat selalu bahwa segala sesuatu dapat terjadi hanya atas ijin Tuhan saja. So, let it flow.

2.    Kepahitan
Ada banyak penyebab orang menjadi pahit hati, antara lain : kecewa, terluka, teraniaya, difitnah, terabaikan, dipermalukan dan banyak lagi penyebab luka batin yang membuat seseorang menjadi pahit hati.  Amsal  4:23 berkata, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Hati adalah sumber kehidupan, hati yang pahit akan memancarkan kepahitan. Perlu bagi kita untuk selalu menjaga sumber kehidupan ini. Jangan biarkan kekecewaan, dan luka-luka batin yang lain menghambat aliran kehidupan mengalir. Luka-luka batin hanya akan mematikan aliran kehidupan seseorang.

Jangan tampung sampah-sampah seperti itu di hati kita. Segera lepaskan pengampunan. Menyimpan sampah hanya akan menambah beban dan akan sangat merugikan kita karena sampah-sampah itu memakan space hati kita sehingga mengeliminasi sukacita yang seharusnya kita pelihara dan kita jaga. Sangat, merugikan bukan?  Sampah-sampah itu hanya akan membuat  kita lebih merasa menjadi korban. Padahal kita diciptakan untuk menjadi lebih dari pemenang dan bukan korban.

So, I Tesalonika  5:16 Bersukacitalah senantiasa…

Praise The Lord!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s