Ketika Tuhan Mengeraskan Hati

Standar

Setelah sekian lama diperbudak oleh Bangsa Mesir, Musa diperintahkan Tuhan untuk membawa Bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian.  Meski telah mengijinkan Bangsa Israel itu pergi, tapi karena Tuhan mengeraskan hati Firaun, membuat Firaun menjadi berubah pikiran dan bersama pasukan tentara kudanya mengejar bangsa Israel.

Bangsa Mesir tidak melepaskan begitu saja Bangsa Israel pergi. Orang Israel sangat ketakutan. Berpuluh tahun orang Israel menjadi budak di Mesir. Mental orang Israel telah menjadi mental budak. Bangsa Israel kala itu tidak paham bagaimana harus berperang. Sehingga mereka lebih suka hidup dalam zona “aman” diperbudak oleh Bangsa Mesir daripada harus dikejar-kejar bangsa Mesir dan berjalan melewati padang gurun menuju ke tanah perjanjian, menuju kemerdekaannya.

Tuhan mengeraskan hati Firaun (Keluaran 14:4) dengan maksud supaya ketika Bangsa Mesir mengejar bangsa Israel, Tuhan mau menunjukkan kebesaran-Nya dan eksistensi-Nya.

Ketika orang-orang Israel dikejar-kejar orang Mesir, mereka menjadi ketakutan dan dalam ketakutannya mereka berseru-seru kepada Tuhan. Meminta pertolongan Tuhan. Orang Israel sangat takut dan panik. Mental budak yang mereka miliki membuat mereka jadi berpikir pendek. Mereka lupa akan tujuan mereka untuk hidup merdeka. Mereka lebih suka untuk  menjadi budak  seumur hidup.

Orang Israel tidak bisa melihat rencana penyelamatan Tuhan bagi mereka. Padahal secara jelas dan berkali-kali Tuhan mengatakan tujuan-Nya. Tuhan mau membuat orang Mesir melihat kemuliaan Tuhan. Agar orang Mesir boleh mengakui kebesaran Tuhan.

Acap kali kita menjadi bodoh seperti orang-orang Israel ini. Kita sering kali cepat menyerah, ketika Tuhan mengeraskan hati orang disekitar kita dan membuat kita seakan menghadapi tembok, menutup semua pintu dan akses. Kita jadi mudah mengalihkan tujuan kita untuk hidup merdeka dari masalah keuangan, merdeka dari ikatan-ikatan dosa, merdeka dari pikiran-pikiran kekalahan, merdeka dari intimidasi.

Lebih mudah untuk menyerah dan kembali ke Mesir, ke dalam perbudakan daripada mengejar kebebasan dari belengu dan hidup merdeka.

Padahal ketika Tuhan sedang mengeraskan hati “firaun-firaun”,  saat itu Tuhan ingin menunjukkan bahwa Tuhan adalah satu-satunya Allah yang mampu mengubahkan hati, Allah sanggup membuat hati yang keras menjadi lembut dan berkemurahan. Allah yang sanggup merobohkan benteng-benteng keangkuhan, Allah yang sanggup menghancurkan belenggu-belenggu dosa, Allah yang sanggup membuka pintu-pintu kesempatan finansial yang tertutup.

Tujuannya hanya satu, agar semua orang tahu dan mengakui bahwa Dialah Tuhan Allah.  El Shaddai, Allah yang Maha Kuasa, Allah yang kuasanya tidak terbatas. Allah yang tidak dapat dibatasi karena Dia tidak terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s