Jika Saja Anda Tahu

Standar

Pada suatu hari di sebuah tempat di kaki Gunung Gerizim bernama Sikhar, Yesus berhenti setelah lelah berjalan dari Yudea menuju ke Galilea. Di tanah yang diberikan Yakub kepada anaknya Yusuf dahulu kala, ada terdapat sebuah sumur yang dinamakan sumur Yakub.

Ketika itu, hari begitu panas dan matahari berada tepat di atas kepala. Waktu telah menunjukkan kira-kira pukul dua belas siang. Yesus sangat letih dan haus. Yesus kemudian duduk di pinggir sumur itu. Yesus melihat ke sekitar sumur itu, tapi sayangnya Yesus tidak menemukan ada timba disana yang bisa digunakannya untuk mengambil air.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang perempuan Samaria. Perempuan ini melihat Yesus yang dikenalinya sebagai orang Yahudi dengan tatapan keheranan. Tidak biasanya ada orang Yahudi yang mau berpapasan dengan orang Samaria. Biasanya orang Yahudi selalu memilih jalan memutar agar tidak bertemu dengan orang Samaria. “Aneh“, pikir perempuan ini.

Dengan sedikit ragu-ragu, perempuan ini berjalan mendekati sumur dan siap melemparkan timbanya ke dalam sumur. Ketika perempuan ini menarik tali timbanya, tiba-tiba dia terkejut mendengar Yesus, pria Yahudi ini menyapanya. Dan bahkan meminta air untuk diminumnya. “Oh, apakah aku tidak salah dengar?” Pikir perempuan ini sambil menyerengitkan dahinya.
Perempuan Samaria ini melihat ke sekelilingnya, dan dia tidak mendapati orang lain disana selain dirinya dan pria Yahudi ini. “Wah, berarti akulah yang diajaknya berbicara“, pikirnya lagi.

Dengan masih keheranan, perempuan Samaria ini balik bertanya, “masakkan engkau orang Yahudi meminta minum kepadaku? Aku kan orang Samaria?”
Tapi Yesus dengan tenang menjawab,” jika kamu tahu tentang karunia Allah dan jika saja kamu tahu siapa yang berkata kepadamu : Berilah Aku minum!pasti engkau akan meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

Sayang sekali, perempuan Samaria itu masih belum mengenal Yesus yang sedang berbicara dengan baik. Dia masih belum mengerti apa arti perkataan Yesus itu. Perempuan itu tambah bingung. Bagaimana Engkau bisa mendapatkan air hidup itu, jika timba saja Engkau tidak punya. Lagipula sumur ini sangat dalam. Bagaimana Engkau bisa mengambil air hidup itu? Perempuan itu bertanya dengan kepolosan dan ketidakmengertiannya.

Entah berapa sering Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa Ia ingin melakukan sesuatu yang luar biasa dalam kehidupan kita. Bahwa Ia ingin kita hidup sehat, Ia ingin kita terbebas dari hutang, Ia ingin kita menikmati hidup berkemenangan dan berkecukupan dalam segala hal.  Dan kita memang menginginkan itu.

Tapi sering kali kita seperti perempuan Samaria itu. Kita mulai berpikir tentang segala sesuatu yang tidak kita miliki. Kita kemudian berpikir tentang banyaknya halangan yang menghadang jalan kita. Dan setelah itu kita kemudian menyerah dan mengaku kalah. Sehingga kita tidak bisa mendapatkan yang terbaik dari Tuhan.

Kita lalu berkata, “aku bukan si A yang cukup pintar; aku bukan si B yang punya kekayaan; mana mungkin aku bisa keluar dari masalah ini, ini sudah terlalu lama terjadi dalam hidupku” Ketika kita melihat semua kekurangan kita, yang terjadi adalah kita tidak akan pernah menemukan kemungkinan mujizat bisa terjadi.

Tapi ketika kita berhenti melihat apa yang tidak kita miliki, dan mulai mempercayai kuasa Allah yang tidak terbatas maka pikiran-pikiran kita tidak terbelenggu lagi, sehingga Allah leluasa bekerja melebihi apa yang dapat kita pikirkan.

Air hidup. Melebihi segala yang kita inginkan. Kehidupan dan bukan kematian. Kemenangan dan bukan kekalahan. Naik dan bukan turun. Kepala dan bukan ekor.

Berhenti berpikir terbatas hanya pada kekurangan dan kelemahan kita, mulailah berpikir tentang potensi karunia Allah yang besar, dahsyat dan tidak terbatas.

Kata Yesus, jikalau engkau tahu tentang karunia Allah… (Yohanes 4:10). Ya, jika saja Anda tahu, Anda pasti akan mendapatkan semua yang terbaik yang telah DIA siapkan bagi Anda.

One response »

  1. Ping-balik: Behind the Scene – Kelahiran Yesus « MannaSorga's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s