DOA – S.O.S

Standar

Ada seseorang yang dalam keadaan kesusahan dan tidak memiliki apa-apa di rumahnya lagi. Pada suatu hari orang tersebut kedatangan tamu ke rumahnya. Dia begitu kebingungan.  Dia mencari-cari dalam persediaan di rumahnya dan tidak mendapati apa-apa untuk disuguhkan kepada tamunya. Hari sudah larut malam. Dan sang tamu yang datang ada dalam keadaan kelaparan. Tuan rumah tidak mungkin membiarkan sang tamu kelaparan dalam dinginnya malam.

Akhirnya tuan rumah ini pergi ke rumah sahabatnya. Dengan menghalau rasa malunya, dia menembus dinginnya malam dan menuju rumah sahabatnya. Dia mulai mengetok pintu rumah sahabatnya. Padahal dia tahu, selarut ini pasti sahabatnya telah tertidur nyenyak.

Tok, tok, tok… sesaat tidak ada jawaban dari dalam. Dia mengusap dahinya, merapatkan jubah hangatnya. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan, menajamkan telinganya. Tapi tetap tidak mendengar suara apa-apa dari dalam rumah.

Dia menghela nafas dalam-dalam,  dia teringat kembali  tamunya yang lapar dan sedang  menunggu di rumahnya. Dia memutuskan untuk mencoba sekali lagi. Rasa malu yang sempat menghampiri hatinya, ditepisnya jauh-jauh. Tok, tok, tok… semakin keras dia mengetok pintu itu. Tok, tok, tok… sekali lagi dengan lebih bersemangat dan terus berharap, diketoknya pintu kayu di depannya.

Sebelum ketokan berikutnya dilakukannya, dia melihat ada cahaya kecil dalam rumah. Harapannya mulai timbul. Dengan senyuman kecil di bibirnya, dia semakin berani mengetok pintu itu lagi. Lebih kuat, dan semakin kuat. Tok, tok, tok…. Dia telah melupakan rasa malunya… Tok, tok, tok… pintu itu terbuka… cahaya dari dalam menerangi kegelapan malam…

Dengan terbata-bata penuh harap dia menyampaikan keinginannya untuk meminjam 3 buah roti buat tamunya.  Tapi jawaban mengecewakan yang didengarnya dari dalam…” Aku sudah mengantuk, seisi rumahku sudah tidur, tidak mungkin kubangunkan mereka hanya untuk permintaan itu.”

Bayangan sang tamu yang menanti di rumahnya membuat dia terus berdiri tegar dan terus berharap. Dengan kerendahan hati terus didesaknya sahabatnya untuk membantunya. Sahabatnya tahu, satu-satunya cara untuk menghentikan rengekan dan desakan ini hanyalah dengan memberikan apa yang dia minta.  Karena pastilah, roti ini sangat dibutuhkan sehingga sahabatnya ini rela membuang rasa malunya dan menebus dinginnya malam untuk membangunkannya.

Akhirnya,3 buah roti didapatnya malam itu, karena dia tidak berhenti berusaha dan terus mendesak sahabatnya dengan penuh kerendahan hati.

Tahukah bahwa kita sebenarnya memiliki sahabat sejati? Yang peduli dan mengasihi kita? DIA bersedia setiap saat dibangunkan, meski itu di tengah malam… Karena DIA tidak pernah tertidur. DIA tidak pernah lelah untuk menolong kita karena DIA adalah Tuhan.

DIA katakan bagaimana Aku bisa memberikanmu sesuatu jika sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu             (Yohanes  16:24).

Ketika kondisi S.O.S  terjadi dalam hidupmu, carilah Yesus sahabat sejati itu. Carilah Dia, ketoklah pintuNya, bangunkan Dia, dan desaklah Dia dalam kerendahan hati untuk segera memberkatimu.
Karena DIA adalah Yehovah Jireh, Tuhan Yang Mencukupkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s