DOA

Standar

DOA. Tiga huruf yang membentuk  sebuah kata yang sangat berpengaruh sepanjang perjalanan hidup manusia. Kata sederhana namun memiliki impact yang sangat hebat, itu kata saya dan kata semua orang yang pernah mengalami kuasa dari sebuah DOA.
Tapi bagi mereka yang belum pernah menyadari atau belum mengalami kuasa dari sebuah DOA, akan menjadi sangat abstraklah DOA itu.

Bahkan, terkadang sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, apakah DOA yang tadi pagi aku ucapkan dapat terwujud setelah berjam-jam yang lalu kuucapkan?  Ataukah supaya DOA itu terjawab, kita harus menggunakan baju yang sama, dengan cara yang sama, waktu yang sama atau kata-kata yang sama dengan yang orang lain buat ketika mereka berdoa dan doa mereka mendapat jawaban?

Mengapa seakan sulit sekali untuk bisa “menggolkan” sebuah DOA?
Banyak buku dan artikel menuliskan cara supaya doa kita dijawab Tuhan,  tips dan trik supaya DOA itu bisa dikabulkan Tuhan.
Sayangnya, kita tidak bisa memanipulasi Tuhan. Sekalipun itu lewat doa-doa kita. Tuhan tidak menjawab doa kita berdasarkan cara kita berdoa atau dari serangkaian kata-kata indah yang kita ucapkan lewat doa-doa kita, dan juga tidak dari berapa lama waktu yang kita habiskan untuk berdoa.

Sayangnya kita juga tidak bisa memaksa Tuhan untuk segera mengabulkan permintaan kita, jika belum sesuai dengan waktuNya Tuhan.

So, apa yang harus kita buat? Apa itu berarti kita lalu berhenti berdoa?

Kabar baik bagi kita, Tuhan kita itu Maha Tahu. DIA sangat tahu kebutuhan dan keperluan kita. DIA yang merancangkan waktu dan saat, DIA yang menciptakan pagi dan petang, DIA yang menciptakan kita dengan sebuah rencana yang indah. So, kenapa bingung? That’s a good news!

Hanya saja ada kabar buruknya… Meski Tuhan Maha Tahu, Tuhan mau anak-anakNya datang kepadaNya dan meminta berkatNya. Matius  7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Jika kita tidak meminta dan mencari maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Pintu itu juga hanya terbuka bagi orang yang mengetok saja. Jadi berhentilah berpikir untuk mendapatkan sesuatu jika kita tidak memintanya.

Hanya saja DOA bukan mantera adakadabra. DOA bukan senjata yang faedahnya sangat tergantung dari keahlian penggunanya. DOA juga bukan tiket VVIP yang terbatas dan mahal harganya. DOA pun bukan makanan penutup sebagai pelengkap supaya hidup terasa sama “normal”nya dengan kebanyakan orang yang ada disekitar kita yang selalu berdoa.

DOA adalah sebuah sarana  komunikasi  dua arah, antara kita dan Tuhan. DOA adalah sebuah hubungan.DOA adalah nafas yang menghidupkan iman orang percaya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s