Mengalahkan Kejahatan

Standar

Ketika saudara-saudara Yusuf mengetahui bahwa Yusuf saudara mereka yang telah mereka jual kepada pedagang-pedagang Midian, telah menjadi penguasa di Mesir, mereka sangat ketakutan. Mereka takut jika Yusuf membalas dendam kepada mereka atas perbuatan mereka yang jahat terhadap Yusuf.

Tetapi Yusuf adalah seorang yang hidup takut akan Tuhan. Yusuf tahu cara mengasihi dengan tulus. Meski Yusuf memiliki kesempatan untuk membalas perbuatan saudara-saudaranya yang jahat kepadanya, tapi Yusuf memilih untuk mengampuni mereka (Kejadian 37 – 45).

Bagaimana sikap kita ketika diperhadapkan pada kesempatan untuk membalas atas kejahatan  yang telah orang lain lakukan terhadap kita? Menggunakan kesempatan itu untuk membalas kejahatan mereka? Atau bahkan kita justru mencari-cari kesempatan  untuk membalas. Seringkali  tanpa kita sadar doa-doa yang kita naikkan kepada Tuhan adalah doa-doa yang berisi pembalasan dendam.

Pesan Paulus dalam Roma 12 :21  Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! Kita tidak boleh kalah terhadap kejahatan. Kita harus menang atas kejahatan.  Tapi bukan dengan cara membalas jahat dengan perbuatan jahat juga. Hanya ada satu cara membalas kejahatan, yaitu dengan kebaikan.

But How?  Miliki hati seperti Yusuf. Meski Yusuf harus masuk pada penderitaan panjang dan bertahun-tahun akibat kejahatan saudara-saudaranya, tapi Yusuf tetap menjaga hatinya. Yusuf tidak membiarkan akar pahit tumbuh dalam hatinya dan berbuahkan kebencian yang membuat timbulnya keinginan balas dendam.  Yusuf memilih berbuat kebaikan untuk membalas kejahatan saudara-saudaranya.

Bagaimana mengalahkan kejahatan dengan kebaikan?
1.    Tetap mempertahankan sikap takut akan Tuhan
Yusuf tetap bertahan untuk tidak berbuat dosa meski dia diperhadapkan dengan pilihan hidup yang lebih menderita lagi jika menolak godaan istri potifar. Yusuf memilih untuk tetap menjaga hidupnya kudus, walau dengan ini berarti dia harus membayarnya dengan difitnah dan dipenjarakan (Kejadia 39). Yusuf tidak putus asa dan berubah setia ketika kejahatan menimpa hidupnya. Yusuf tetap mempertahankan sikap takut akan Tuhan. Sehingga Tuhan jatuh hati dan mengasihi Yusuf. Dan Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang Yusuf kerjakan.

2.    Memberkati orang yang menganiaya
Firman Tuhan sangat jelas meminta kita untuk memberkati dan bukan mengutuk Roma 12 : 14. Mengapa? Karena kita dipanggil untuk memberkati. Hal ini supaya kita bisa melihat hari-hari baik dalam hidup kita.  Kita harus menjaga lidah kita terhadap yang jahat, termasuk segala bentuk kutukan. Dengan alas an apapun, Tuhan menentang orang yang berbuat jahat. Termasuk alasan balas dendam ( 1 Petrus 3:9-12).

Membalas kejahatan dengan kejahatan hanyalah sebuah pemenuhan kepuasan hati sesaat, tapi jika kita menginginkan kemenangan mutlak balaslah kejahatan dengan kebaikan dan ketulusan hati.

Immanuel!!

2 responses »

  1. Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca tulisan saya…
    Saya merasa tulisan Anda merupakan referensi yang bermanfaat. Baik dari sisi agama maupun ilmiah balas dendam emang gak ada untungnya. Seandainya semua orang bisa memahami dan tidak memilih balas dendam sebagai pemuas sakit hatinya, alangkah indahnya dunia… :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s