SETIA

Standar

Diakui atau tidak, alaminya seorang manusia adalah tidak setia. Begitu mudah manusia lupa pada komitmennya. Baik itu komitmen pada pekerjaan, komitmen pada pasangannya, komitmen pada keluarganya, apalagi komitmen pada Tuhan.

Setia berarti secara terus menerus konsisten pada sikap yang telah dipilihnya. Tidak terpengaruh meski kondisi dan situasi berubah. Setia berarti tidak akan berhenti sampai tiba di tujuan. Meski banyak halangan dan tantangan yang menggoda untuk memutar haluan.

Daniel adalah contoh kesetiaan kepada Tuhan. Daniel setia beribadah kepada Tuhan secara rutin. Tiga kali sehari Daniel berlutut, memuji Tuhan dan berdoa. Dalam kondisi ada masalah atau tidak, susah ataupun senang, Daniel tetap saja menepati komitmen waktu doanya.

Rut adalah sebuah contoh kesetiaan kepada mertua/suami. Meski suaminya sudah meninggal. Rut begitu setia kepada mertuanya sehingga Rut rela mengikuti kemana saja mertuanya, Naomi pergi.  Padahal Rut punya kesempatan bebas dan tidak terikat komitmen dengan suaminya lagi. Tapi Rut memilih terus setia menemani mertuanya.

Untuk bisa tetap tinggal dalam kesetiaan pada komitmen, kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri. Sebab itu mintalah Tuhan untuk memberikan kekuatan, kemampuan serta hikmat agar kita dapat terus menjaga kesetiaan kita.

Setia bukan slogan. Setia adalah sebuah tindakan. Jika ingin dipercayakan hal-hal yang besar, belajarlah setia pada perkara yang kecil.

Tetap kerjakan apa yang telah Tuhan percayakan, meski pernah mengalami kegagalan, ditipu, dilecehkan, direndahkan, dikhianati sekalipun. Apakah itu dalam hubungan dengan pasangan atau dalam pekerjaan. Jangan menyerah untuk berubah tidak setia. Terus bertahan. Minta kekuatan dari Tuhan.  Karena hanya kekuatan dari Tuhan saja yang membuat kita bisa bertahan untuk tetap setia.

Lukas  16:10-11 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Janji kemenangan yang Tuhan sediakan bagi orang yang setia adalah kesempatan untuk dipercayakan mengelola hal-hal yang jauh lebih besar.
Amin!

One response »

  1. Ping-balik: Behind the Scene – Kelahiran Yesus « MannaSorga's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s