Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘anak raja’

Anak Raja

Mefiboset adalah cucu Raja Saul, dia adalah anak dari Yonatan sahabat Daud, yang ketika berumur 5 tahun mengalami cacat kaki karena kecerobohan pengasuhnya. Mefiboset dibawa lari dan disembunyikan oleh pengasuhnya di sebuah tempat terpencil bernama Lodebar. Bertahun-tahun Mefiboset hidup menderita. Padahal dia seorang keturunan raja.

Dihadapan Daud, Mefiboset menempatkan diri sebagai seorang hamba. Mefiboset tidak menggunakan hak istimewanya sebagai anak raja. Ketika Daud mau memulihkan keadaan Mefiboset dan mengembalikan hak-hak istimewanya sebagai warga kerajaan, Mefiboset justru menunjukkan sikap rendah diri.
2 Samuel 9:8 Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: “Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?”

Berapa kali kita diingatkan bahwa sebagai anak-anak Tuhan, kita mendapat predikat anak Raja. Dan sebagai anak Raja kita otomatis juga mendapatkan prioritas. Kita mendapat tempat terbaik di hati Raja. Kita memiliki hak istimewa. Menjadi VVIP nya Tuhan. Sebagai anak Raja, kita berhak menikmati fasilitas terbaik, kesempatan pertama dan hal-hal istimewa lainnya.

Tapi sayangnya, banyak diantara kita yang tidak memanfaatkan kesempatan baik itu. Kita terlalu “merendah” untuk tidak mau menerima fasilitas istimewa tersebut. Padahal itu adalah hak kita sebagai anak Raja. Yaitu mendapatkan segala sesuatu yang terbaik.

Kita sering merasa cukup puas dalam keadaan biasa-biasa. Kita lebih suka menempatkan diri sebagai “anjing mati” yang tidak perlu dihiraukan.

Orang tua mana yang tidak memberikan segala yang dipunyainya untuk bisa dinikmati juga oleh anaknya? Setiap orang tua pasti berkeinginan untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Bapa kita memiliki segala yang terbaik. Dan berkerinduan memberikan kehidupan yang baik, kesehatan yang sempurna, perlindungan VVIP bagi anak-anakNya.

Mefiboset mendapatkan kembali fasilitas istimewa dalam kerajaan. Dia makan sehidangan dengan raja. Dia duduk dan makan bersama-sama dengan raja. Jika saja Mefiboset menolak tawaran pemulihan dari raja Daud, pastilah dia tidak akan makan makanan raja lagi seumur hidupnya. Mefiboset akan tetap menjadi “anjing mati” yang pincang di Lodebar. Tapi Mefiboset merubah sikapnya. Dia menerima kasih Daud dan mau dipulihkan.

Mungkin kita saat ini seperti Mefiboset yang pincang secara rohani, pincang secara jasmani, atau pincang secara emosional. Dan seperti Mefiboset, tinggal di Lodebar tidak membuatnya kehilangan gen sebagai anak raja; begitu juga dengan kita. Kehidupan kita yang mungkin sudah jauh dari kerajaan Bapa tapi tidak membuat kita kehilangan gen anak Raja.

Roma 8:15 oleh Roh Allah, setiap kita yang telah menerima Roh Allah akan dijadikan anak Allah. Sehingga kita punya hak untuk memanggil Allah dengan sebutan Abba, Bapa.

Mari ambil hak kita sebagai anak Raja. Manfaatkan segala yang disiapkan Bapa bagi kita. Nikmati hidup sebagai anak Raja. Hidangan raja telah disediakan bagi kita. Semua yang terbaik telah Bapa sediakan untuk kita, anakNya.

Tanggalkan mental “anjing mati” dan mulailah menempatkan diri sebagai “anak Raja”. Berdirilah dan masuk dalam hadiratNya, nikmati hidangan kehidupan yang luar biasa yang dipersiapkan bagi anak-anak Raja.

Don’t miss it!
Haleluya!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.